Alhamdulillah kemarin saya bisa menunaikan ibadah Haji secara Gratis. Sebagai rasa syukur, saya memberitahukan keberangkatan saya kesejumlah sahabat agar mereka mendoakan saya serta menitipkan doa, untuk saya bacakan di Padang Arafah, karena pada hari itu, semua doa pasti dikabulkan. Banyak yang bisa saya ceritakan, namun pada posting kali ini saya kan fokus menceritakan mengenai titipan doa.

Titipan doa yang saya bawa kesana totalnya 7 lembar dari beberapa orang, singkat cerita pada hari yang dinanti itu, sebelum saya berdoa untuk diri saya, saya sengaja membuka kertas dan mulai berdoa sesuai titipan yang ada. Dari keseluruhan doa, hanya ada dua orang yang doanya tidak lazim.

Doa aneh pertama dari sahabat saya adalah agar dia bisa menjadi Kaji(Pembuat Pedang ala Jepang). Saya sangat menghargai doa yang satu ini, karena setiap orang mempunyai impian dan cita-citanya masing-masing. Selain itu saya menemukan keterangan pada kertas tersebut bahwa alasan ia ingin menjadi Kaji adalah karena ia sangat percaya bahwa pada akhir zaman nanti, peperangan akan kembali menggunakan pedang. 100% saya sangat menghormati doa ini dan tidak menganggapnya aneh setelah mengetahui alasannya.

Doa paling aneh selanjutnya adalah doa dari teman berupa 3 point, yaitu :

  • Samsung Galaxy S 3
  • Laptop core i5
  • Rezeki tidak terduga

Sungguh saya tertawa dibuatnya, cukup singkat, tepat dan padat titipan doanya, dan tanpa basa basi. Dalam fikiran saya, ini doa paling tidak mainstream menurut saya, karena biasanya orang berdoa untuk kesehatan, jodoh, karir dan lain sebagainya, tapi ini sungguh berbeda.

Singkat cerita sepulang ibadah haji, kurang lebih 2 minggu, saya mendapatkan inbox berupa ucapan terima kasih karena sudah di doakan. Lalu saya bertanya kenapa. Ternyata semua doanya terkabul, Samsung Galaxy S3, Laptop core i5 dan Rezeki tidak terduga telah terkabul dalam kurun waktu kurang dari 1 minggu dan sekaligus semuanya!.

Saya kehabisan kata-kata untuk mengomentarinya, terdengar aneh tapi Sesuai janji Allah, tidak ada doa yang tidak terkabul, terutama di tempat-tempat tertentu, seperti Padang Arafah, Maqam Ibrahim, Raudah, dll. Andaikan teman saya itu berdoa yang lebih banyak dan lebih besar, pasti sudah terkabul juga.

Pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini adalah, jangan menyepelekan kekuatan doa dan tempat, serta janji yang Allah berikan. Tidak ada doa yang tidak terkabul

**UPDATE**

Sebagai bukti saya printscreen inbox dari teman saya ini, beserta foto Samsung Galaxy S

chat samsung galaxy s3

Pada chat mungkin bisa kita lihat bahwa teman saya ini memutuskan untuk membeli handphone yang lebih murah, dan benar dia membeli handphone yang lebih murah untuk menghemat uangnya, tapi sekali doa terucap maka tidak bisa digantikan begitu saja. Setelah membeli handphone yang lebih murah, teman saya ini mampu membeli (lagi) Handphone, yaitu Samsung Galaxy S3. Sekarang ada dua handphone dan Laptop core i5 :D