Saya keluar dari HandyMantis

Akhir 2013 saya memutuskan membuat sebuah usaha dibidang kurir dan diberi nama HandyMantis. Semua berjalan lancar dan baik bahkan Allah mengizinkan HandyMantis untuk beromset sekitar 60 juta per bulan dan memiliki lebih dari 20 karyawan, namun dikarenakan beberapa hal saya memutuskan untuk menutup usaha ini setelah hampir 2.5 tahun. Saya akui saya telah membuat banyak kesalahan seperti kurang tegas dan merasa bangga bisa mengerjakan semua hal secara bersamaan seperti marketing, promosi, operasional, dan hal hal lainnya. Posisi dimana kita merasa sanggup mengerjakan semuanya adalah bukan hal yang bijak karena kita tidak bisa menjadi fokus dan kehilangan banyak waktu berharga.
 
Setelah vacum beberapa bulan tepatnya pada Maret 2016, saya mendapatkan tawaran untuk menghidupkan perusahaan ini kembali oleh salah satu perusahaan logistik yang jauh lebih besar. Saya mendapatkan ilmu serta pengalaman selama masa ini dan saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Namun sangat disayangkan saya tidak bisa mengimbangi beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemegang saham utama. Disini saya merasa tidak lebih dari seorang karyawan dan harus mengikuti perintah dan kebijakan pimpinan. Hal ini sangat ironis karena saya menjadi karyawan di perusahaan yang saya dirikan sendiri. Saya mendirikan perusahaan ini dengan waktu, tenaga, uang serta segala bentuk emosi dan perasaan yang saya luapkan setiap saatnya. Sekali lagi ini semua salah saya karena tidak bisa mengimbangi posisi dan keputusan.
 
Pada bulan Agustus saya resmi mengajukan pengunduran diri saya dari perusahaan yang saya bangun sendiri ini. Hal ini sangat penting untuk saya umumkan agar publik bisa tahu bahwa saya tidak lagi bertanggung jawab atau mengambil keputusan di HandyMantis. Saya telah menyerahkan semua keputusan dan kebijakan kepada pemegang saham utama. Saya mendoakan agar HandyMantis bisa berada ditangan yang tepat dan bisa terus berkembang.
 
Jika anda tertarik mendengarkan pengalaman saya didunia perkuriran, kita bisa atur waktu untuk minum teh bersama. Dan jika ada yang tertarik membeli sisa saham saya di HandyMantis, silahkan menghubungi saya langsung ;)

Memahami Pola dan Kunci dalam kehidupan

Saya termasuk orang yang percaya bahwa tidak ada yang namanya cobaan atau ujian, melainkan semuanya adalah latihan dari Allah SWT agar kita menjadi lebih baik. Semua hanya soal cara berfikir dan believe system, Franklin D. Roosevelt berkata, “Men are not prisoners of fate, but only prisoners of their own minds.”. Hal ini merupakan salah satu bentuk berfikir positif kepada Tuhan bahwa kita yakin semua adalah yang terbaik untuk kita. Sekali lagi disini saya menitik beratkan bahwa segala hal yang terjadi dihidup kita ini adalah LATIHAN, bukan COBAAN. Dua kata tersebut berbeda arti dan pemahamannya.

Perlu diingat bahwa kita harus selalu berfikir positif terhadap segala sesuatu yang terjadi dihidup kita. Misalnya ada dua orang yang tertipu, mungkin orang pertama akan sedih dan merasa bahwa dia sedang sial atau tidak beruntung. Namun ada orang yang menanggapi dengan tanggapan lain, yaitu dengan berkata bahwa dia kurang teliti, dan berjanji untuk lebih teliti kedepannya serta bersyukur kepada Allah SWT bahwa telah memberinya sebuah latihan dan pengalaman yang tepat saat ini. Mungkin sekarang dia tertipu 10 juta, bayangkan kalau dia tidak pernah tertipu uang kecil, nanti bisa tertipu dalam jumlah yang besar.

Hikmah dari contoh diatas adalah agar kita mempelajari kejadian tersebut sehingga tidak terulang lagi. Dua paragraf diatas adalah pembukaan dari topik yang ingin saya bahas, yaitu POLA. Satu hal penting yang jarang kita sadari adalah jika kita sedang sekolah dan gagal, maka pasti ujian akan diulang kembali. Hal ini menandakan jika dalam hidup kita, sering terdapat sebuah kejadian dengan pola yang sama dan ber ulang-ulang. Maka kita belum berhasil mengambil hikmah dan pelajaran dari sebuah kejadian.

Misalnya orang yang sama tertipu berkali kali dengan pola yang sama menandakan dia belum berhasil menyadari adanya sebuah pola yang sama yang terjadi dalam hidupnya. Hal ini menyebabkan dia terus mengulang LATIHAN yang Tuhan berikan kepadanya hingga dia sadar akan makna dan ilmu dalam latihan tersebut. Kabar baiknya adalah jika kita berhasil “UNLOCK” sebuah pola dalam hidup kita, maka kita akan naik level dan diberikan LATIHAN lainnya.

Mari merenung sejenak dan fikirkan, dalam hidup anda selama ini apa yang sering terjadi berulang-ulang dengan pola yang sama ? Misalnya sering tertipu, sering rugi, sering gagal, sering ditolak perempuan, dan lain sebagainya. Jika ada, saya punya solusinya untuk anda. Ini merupakan sebuah tool yang saya kembangkan sendiri berdasarkan pengalaman hidup saya selama ini.

PERTAMA(SERING), Kita harus merenung dan sadar akan POLA yang berulang, tentukan dan akui hal tersebut. Ciri-cirinya biasanya adalah anda heran dan bingung akan suatu kejadian yang berulang, atau anda benci dan marah akan suatu kejadian yang berulang. Contoh : Sering tertipu, Sering sakit, Sering gagal, sering kehilangan kesempatan dsb.

KEDUA(KARENA), Setelah anda sadar akan hal tersebut, anda harus melihat lebih dalam hal apa yang menurut anda akan terlibat emosi, seperti suatu hal yang tidak bisa ditawar, membuat anda marah, membuat anda kesal, membuat anda gengsi, dan lain sebagainya. Contoh : Sering tertipu karena mudah diberi harapan, Sering Batuk karena merokok, Sering gagal karena pelit, Sering kehilangan kesempatan karena rakus, dsb.

KETIGA(UBAH), Setelah sadar akan hal tersebut, silahkan rubah Vibrasi-nya menjadi berlawanan dari hal terdapat di point kedua. Hal ini harus dengan sebuah keyakinan kuat dan pengakuan dalam diri sendiri. Anda harus berdamai dengan diri anda dan mengakuinya, serta berterima kasih sudah bisa mencapai level ini karena sebentar lagi hidup anda akan berubah karena telah menemukan kunci-nya. Contoh : Mulai saat ini saya tidak akan berlebihan dalam berharap, Mulai saat ini saya akan dermawan, mulai saat ini saya lebih beryukur. Anda harus menggunakan kebalikan dari penyebab anda mengulangi sebuah POLA. Anda harus niatkan serta ikhlas dalam proses UNLOCK ini.

Penting untuk kita berterima kasih kepada Allah SWT karena telah memberikan Latihan agar kita naik kelas serta siapkan diri anda untuk LATIHAN selanjutnya.

Teguh si Ojek Payung

Kemarin saya sedang berada di pasar festival kuningan dan kebetulan suasanya hujan deras. Untuk mencapai tempat parkir saya memutuskan untuk menggunakan jasa ojek payung. Terjadilah percakapan antara saya dengan anak kecil penyedia ojek payung ini, yang kurang lebih seperti ini :

Saya : Ojek payung berapa nih sampai tempat parkir ?

Teguh : Bebas kak, seikhlasnya saja.

Saya : Ok deh, boleh kalau gitu.

Saya : Kamu namanya siapa ?

Teguh : Nama saya Teguh kak,

Saya : Kamu sekolah kelas berapa ?

Teguh : (seingat saya dia menjawab kelas 4)

Saya : Kamu tinggal dimana ?

Teguh : Di kuburan Cina kak

Saya : Owh, gitu, trus ibu kamu kerja apa ?

Teguh : Ibu saya tidak kerja, ia dirumah saja.

Saya : Ayah kamu kerja apa ?

Teguh : (dengan BANGGAnya dia menjawab) Ayah saya kerjanya sebagai Pemulung kak

Saya : (termenung sesaat sambil berfikir) Kamu sekolahnya peringkat berapa ?

Teguh : gak dapet rengking kak

Saya : loh kenapa ?

Teguh : (diam)

Saya : Teguh, kamu harus serius belajar ya, tau gak kenapa ?

Teguh : biar dapat beasiswa kak.

Saya : iya benar, nanti kalau kamu dapat beasiswa, kamu bisa jadi orang hebat dan punya banyak uang.

Teguh : (ternyata dia hanya diam dan mengiyakan kepalanya)

Saya : kamu ojek payung gini sakit gak ?

Teguh : Kadang sakit, kadang engga kak.

Selesailah percakapan saya karena sudah sampai tempat parkir, lalu saya memberikannya uang 5000 dan sebuah permen relaxa, sambil bertanya apakah ini cukup, dan dia bilang cukup kak terima kasih. Lalu saya memberikannya kartu nama saya, dan menyuruhnya untuk mengSMSkan nomornya dia atau Ayahnya. Sambil bertanya apakah kamu punya handphone ?, Ketika iya menjawab tidak, pupuslah harapan saya. Lalu saya berkata, tolong kamu pinjam handphone orang lain dan sms biar saya telfon kamu balik.

Akhirnya saya pulang dan pada malam harinya saya menerima sms dari teguh. Alhamdulillah senang sekali rasanya, saya menelfon balik dan meminta untuk bertemu besok di depan 7-11 pasar festival pukul 2 siang.

Saat saya menuliskan posting ini, saya baru saja tiba dirumah seteleh bertemu teguh dan ayahnya di rumahnya. Rumahnya tepat sekali didalam komplek kuburan cina di daerah kasablanka, namun masuk lagi jauuuuh kedalam. Sampai disini, foto yang akan berbicara, bukan tulisan saya lagi. Mari kita lihat,

(more…)

Københavns Fængsler

Penjara, apa kira-kira yang ada dalam benak anda ketika mendengar kata penjara ? 4×4 ? jeruji besi ? kekerasan ? penyiksaan ? Mungkin iya dan benar, karena itu yang kita lihat di Tv selama ini, dan tidak jauh berbeda, bahkan lebih parah pada kenyataannya. Terlepas dari jenis keselahan yang dilakukan oleh si pelaku yang dipenjara, tapi kembali lagi dan tidak lupa bahwa dia pada dasarnya dalah Manusia. Manusia memiliki hak, bahkan jika iya bersalah, iya tetap memiliki haknya. Contohnya pada hukuman mati, orang tersebut memiliki hak untuk meminta permintaan terakhir, dan merupakan sebuah kewajiban negara/pengadilan/polisi untuk mengabulkan permintaan tersangka tersebut.

Ketika berbicara hak dan kewajiban, mari kita lihat apa yang sudah dilakukan oleh Penjara di Kopenhagen, Denmark. Anda mungkin tidak akan percaya bahwa penjara disana memiliki fasilitas Gym, Playstation, Minimarket, Rumah sakit, Musium, Perpustakaan, Gereja, workshop,  internet, tv cable, dll.

Bicara soal minimarket, barang-barang yang dijual sangatlah bervariasi, mulai dari daging, ice cream, bahkan shampo aroma kiwi dan orange. Untuk daging yang dijual terdapat daging bersertifikasi Halal. Jika dilihat dari ketersediaan daging halal ini, berarti tidaklah terdapat pembedaan agama, suku, atau ras bagi para narapidana, dan semuanya sama.

Ter-dapat kulkas, meja dan tempat tidur yang nyaman pada setiap sel. Fasilitas ini bukanlah untuk pejabat, tapi untuk semua penghuni penjara, dari mulai pencuri kelas rendah, hingga pemerkosa atau pedagang narkoba sekalipun. Semua narapidana memiliki sel-nya masing-masing dan tidak dicampur, serta mereka memiliki kunci kamarnya masing-masing.

Tadi saya sempat menyinggung soal mini market, mungkin anda akan bertanya, uang darimana ?. Para narapidana diwajibkan untuk bekerja di workshop dan dibayar sekitar 9 kroner($USD 1.56) per jam, saya ulangi sekali lagi per-jam. perlu diketahui bahwa workshop ini bukan seperti di negara-negara lain, dimana pekerjaan tersebut adalah memecahkan batu, atau membangun rel kereta api, tapi disesuaikan dengan kemampuan narapidana tersebut, misalnya berkebun atau kerajinan, dsb.

Soal makanan, para narapidana lah yang memasak sendiri sesuai selera mereka, bahan makanannya ya dibeli sendiri juga di mini market yang tersedia. dan jika terdapat sesuatu yang tidak terdapat di mini market tersebut, maka narapidana boleh mengusulkan agar barang tersebut dijual di mini market tersebut.

Mengenai hubungan narapidana dengan para polisi penjaga penjara tidak bisa anda bayangkan, mereka sudah seperti keluarga, tidak ada pemisah antara penjaga dengan narapidana dan bahkan sebagian memanggil salah satu penjaga perpustakaan dengan sebutan Mom(Ibu).

Jika anda masuk sebagai narapidana disana, anda akan mendapatkan sebuah buku mengenai hak-hak selama berada di penjara. dalam buku tersebut, terdapat point yang menjelaskan jika ada penjaga yang tidak bersikap baik terhadap narapidana, maka merupakan haknya untuk melaporkan kepada kepala penjara, dan biasanya penjaga tersebut langsung dipindahkan. Dan jika dalam dua minggu tidak terjadi perubahan, maka narapida tersebut boleh menuntut ke pengadilan.

Selain itu, keluarga narapidana yang berada di luar penjara, diberikan uang bulanan untuk kehidupan sehari-hari oleh pemerintah. Anda bisa bayangkan di Indonesia, jika sang ayah mencuri uang demi keluarganya, lalu di penjara, maka matilah keluarga itu karena tidak ada yang memberikan mereka uang. Tapi hal ini sangat berbeda di Kopenhagen, Keluarga narapidana mendapatkan gaji bulanan, sehingga keluarga yang ditinggalkan, tetap bisa hidup berkecukupan.

Pada tahun 2009, terdapat 3530 orang narapidana, dan hanya 20% persen saja yang setelah bebas kembali melakukan kasus hingga harus dipenjara kembali.

Saya sendiri bingung harus menjelaskan apa lagi, mungkin anda bisa langsung saja melihat foto-foto dibawah ini sebagai bukti :

besøgsbygning sabler kirkeskib celle-blf gaardhave til besoegsrum butik - blf dsc_0024 vh undersøgelse tandklinik_1 trapper_i_fløjen biblioteket besøgsrum_3 kirken besøgslokale butik motionscenter madvogn bes_11 bes_4 pf indendørs værksted_

Pengalaman menjadi Atheis saat beribadah Haji

Singkat cerita kemarin saya hampir saja menjadi Atheis. Iya Atheis ! Anda tidak usah heran jika saya hampir menjadi atheis. Jika orang lain mendapatkan hidayah, saya justru sebaliknya. Dan tahukah anda dimana saya berada waktu itu ? Mina, Makkah. Ya, waktu itu saya sedang melaksanakan ibadah Haji. Hal yang membuat saya hampir gila waktu itu, kenapa sekarang, kenapa saat ini, kenapa jauh-jauh saya datang ke tempat ini justru untuk menjadi orang yang tidak mempercayai tuhan ? Inikah hidayah ?

Setan memang hebat dan pintar, tapi saya lebih hebat lagi dari setan !. Jika anda bertanya, apa yang membuat saya hampir tidak mempercayai keberadaan tuhan ?. Jawabannya adalah sebuah “pertanyaan”. Ada sebuah pertanyaan yang tidak bisa saya jawab saat itu. Dan saya percaya anda pun tidak bisa menjawabnya, oleh karena itu lebih baik tidak perlu saya tulis disini.

Dua hari saya menderita dan hampir gila. lebih gila lagi ketika saya bertemu dengan orang-orang hebat dari seluruh dunia. Orang-orang mulia yang mustahil saya bisa bertemu mereka, tapi ketika saya bisa bertemu langsung dengan mereka, justru saya meragukan keberadaan tuhan. Salah satu-nya adalah Yusuf ‘Abdullah al-Qaradawi.

Saya mendapatkan kesempatan untuk bisa solat berjamaah disatu ruangan bersama Syeik Yusuf Al-Qaradawi,  Dan tentunya bisa bicara langsung untuk meminta jawaban atas pertanyaan saya. Namun sayangnya setiap kali saya bertemu orang-orang besar disana, selalu saja ada hal yang menghalangi, sehingga lengkap sudah penderitaan saya atas pertanyaan yang tidak saya ketahui jawabannya saat itu.

Anda mungkin bertanya bagaimana mungkin saya bisa bersama orang-orang sekelas Yusuf Al-Qaradawi ?. Singkat cerita 1 minggu sebelum ibadah haji dimulai saya mendapatkan undangan dari Muslim World League untuk melaksanakan ibadah haji. dan ternyata undangan ini untuk orang-orang beruntung dari seluruh dunia dan dijamu disana di satu tempat khusus tamu MWL, mungkin totalnya 160 orang dari seluruh dunia, dan hampir seluruh Top Islamic scholar(Ulama) ada disana setiap waktu.

Ditengah gejolak hati, fikiran, dan kegilaan ini, saya memutuskan menyendiri di kamar setelah letih dua hari mencari jawaban dengan orang-orang mulia ini tapi justru tidak mendapatkan kesempatan, padahal saya berada disatu tempat dengan mereka. Dalam kesendirian ini saya mulai berfikir, kenapa saya harus bertanya kepada orang ? Jika Nabi Ibrahim saja bisa mengetahui siapa Tuhan hanya dengan berfikir saja dan menggunakan otaknya, kenapa saya tidak bisa ?.

Dan ternyata benar, saya mendapatkan jawaban atas pertanyaan saya tanpa bertanya kepada orang, dan cukup menggunakan otak dan berfikir. Siapakah tuhan yang sebenarnya ? Apakah tuhan itu ada ? Dan semua itu terjawab.

Mungkin memang ada hikmahnya saya tidak mendapatkan kesempatan untuk bertanya, karena Tuhan yang sesungguhnya(Allah SWT), ingin saya bisa mengetahuinya sendiri. Inilah hidayah !.

Sekarang Iman saya sangatlah kuat, tidak tergoyahkan lagi oleh pertanyaan-pertanyaan sesat. Akal fikiran kita yang sederhana ini bisa mengantarkan kita kepada hakikat yang sebenarnya jika anda gunakan dengan benar dan ikhlas. Bayangkan jika ditambah dengan kekuatan ilmu, maka Iman pun akan semakin kuat.

Terima kasih Allah, engkau sudah memanggil hambamu ini yang penuh dosa untuk melaksakan ibadah Haji tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.

Terima kasih Allah, engkau sudah mengizinkan hambamu ini yang penuh dosa untuk bisa melaksakan ibadah Haji bersama orang-orang mulia yang selama ini hanya bisa saya lihat di TV dan Internet saja.

Terima kasih Allah, engkau sudah memberiku akal fikiran agar bisa menyadari keberadaanmu. Engkau ada, Engkau Satu, Engkau maha segalanya.

Jika hambamu ini berbuat dosa, maka itu berjuta-juta kali lebih baik dibanding tidak mempercai keberadaanmu ya Allah. Terima kasih ya Allah