Sebenarnya judul ini terlalu berlebihan, tapi cukup mengekspresikan kegembiraan saya. Selama beberapa bulan ini banyak kejadian yang terjadi dalam hidup saya. Mari kita mulai dari awal, sekitar bulan Juli 2015 saya sudah bisa merasakan aura keruntuhan bisnis yang saya geluti selama hampir 2.5 tahun, yaitu HandyMantis. Sebelumnya pun saya sudah diberitahu oleh pertanda dari sang maha kuasa(Allah SWT) melalui Mimpi bahwa usaha ini akan tenggelam. Saya mengerti dan sadar akan hal ini, dan berterima kasih kepada Allah. Pertanda ini membuat saya seakan-akan pasrah terutama ketika melihat keadaan yang semakin parah. Akhirnya pada bulan October saya memutuskan untuk menutup usaha Kurir ini dengan kerugian modal ratusan juta serta kerugian waktu 2.5 tahun lama-nya.

Tentu semua ada hikmahnya, kala itu saya cukup pusing dengan persaingan bisnis yang luar biasa kejam. Faktor lainnya adalah saya melakukan semuanya sendiri sebagai seorang manusia yang memiliki keterbatasan(hanya alasan). Diwaktu itu saya pasrah dan memutuskan ke pergi ke Mesir selama 2 minggu untuk menghibur diri. Kala itu saya bingung harus apa dan bagaimana. Saya ingat jam 9 malam saya berdoa kuat hingga menangis ingin pergi ke Mesir. Luar biasa sekali, Allah mengabulkan doa tersebut saat itu juga, pukul 10 malam saya mendapatkan tiket dengan harga sangat amat murah. Luar biasa hukum Allah dimana keinginan hambanya bisa langsung diberikan diwaktu yang tepat.

Dan dalam minggu yang sama pun saya mendapatkan Telfon dari Hotel Indonesia Kempinski yang ingin bekerja sama dengan saya untuk menyediakan beberapa menu makanan timur tengah. Alhamdulillah ternyata jalan rezeki tidak putus dari langit. Saya mendapatkan source incoma dari usaha lainnya, yaitu Piramida Food. Dua hal sekarang, yaitu saya ke Mesir dan saya mendapatkan deal besar sebagai ganti dari usaha yang kandas. Semacam isyarat bahwa Allah SWT selalu bersama hambanya dan tidak pernah meninggalkannya.

Sebelum saya berangkat ke Mesir, saya mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan seorang Gadis dan saya menyatakan cinta kepadanya. Terjadilah ikatan cinta antara kami diwaktu yang saat itu saya sedang jatuh. Saya berkata bahwa saya ingin menikah dengannya, namun kondisi saya sedang jatuh. Rupanya kondisi ini bukanlah masalah baginya, dan hal inilah yang membuat saya semakin yakin.

Dan tibalah hari keberangkatan saya ke Mesir, disana saya belajar banyak hal dan sangat menyesal karena kurang optimal menikmati detik detik disana. Tapi saya pulang kembali dengan perasaan yang lebih tenang karena telah bertemu dengan seorang yang sangat saya cintai, yaitu paman saya yang merupakan seorang kolonel di Mesir. Saya diajarkan ilmu menjadi bodoh agar bisa menjadi ilmuan 100 tahun. Hal ini akan saya jelaskan nanti secara detail ditulisan khusus.

Sepulang dari Mesir saya ingin sekali Menikah dan entah bagaimana caranya cukup cepat sekali prosesnya sekitar bulan Desember saya pergi menemui kedua orang tua-nya dan mendapatkan restu untuk melaksanakan pernikahan bulan April. Alhamdulillah kedua orang tuanya sangat baik dan mengerti kondisi saya baik dari sisi keuangan maupun dari sisi keluarga. Saya sangat bersyukur bisa mengenal mereka yang sangat baik dan menghargai saya.

Lihatlah polanya yang sangat cepat ini. Jujur sepulang dari mesir saya sempat menangis dan meminta untuk bisa segera menikah. Dan lagi-lagi Allah mengabulkannya dengan cepat diwaktu yang tepat.

Sekarang saya hanya punya waktu 3 bulan menuju pintu pernikahan. Padahal usaha saya baru bangkrut, tapi Alhamdulillah ada usaha lainnya yang masih bisa diharapkan. Tapi saya tahu saya butuh lebih dari sekedar yang ada. Saya teringat akan firman Allah dalam Qur’an dalam Ayat 2:56

ثم بعثناكم من بعد موتكم لعلكم تشكرون

Yang berarti “Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.”.

Allah mengizinkan kembali agar usaha yang sudah mati ini hidup kembali, dan saya bersyukur karenanya. Disaat kebingungan saya akan tanggung jawab sesudah pernikahan, Allah berikan kabar bahwa HandyMantis hidup kembali melalui sebuah investasi dari seorang pebisnis yang memiliki usaha sejenis. Dan tidak ada sebuah kebetulan karena Investasi ini dimulai bulan Maret, persis seperti awal pernikah saya yang juga dibulan Maret. Seakan-akan Allah kembali berkata dan memberikan rahmatnya kepada saya. Ini adalah rezeki untuk pernikahan ku nanti.

Betapa maha pemurahnya, betapa maha Agungnya Allah SWT. Dia matikan yang hidup dan menghidupkan kembali yang mati menjadi hidup. Banyak hikmah yang bisa kita dapatkan, yaitu jangan pernah berputus asa akan Rahmat Allah, dan yakinlah bantuannya amat dekat. Sampai nanti di kisah selanjutnya :)