Saya termasuk orang yang percaya bahwa tidak ada yang namanya cobaan atau ujian, melainkan semuanya adalah latihan dari Allah SWT agar kita menjadi lebih baik. Semua hanya soal cara berfikir dan believe system,¬†Franklin D. Roosevelt berkata, “Men are not prisoners of fate, but only prisoners of their own minds.”. Hal ini merupakan salah satu bentuk berfikir positif kepada Tuhan bahwa kita yakin semua adalah yang terbaik untuk kita. Sekali lagi disini saya menitik beratkan bahwa segala hal yang terjadi dihidup kita ini adalah LATIHAN, bukan COBAAN. Dua kata tersebut berbeda arti dan pemahamannya.

Perlu diingat bahwa kita harus selalu berfikir positif terhadap segala sesuatu yang terjadi dihidup kita. Misalnya ada dua orang yang tertipu, mungkin orang pertama akan sedih dan merasa bahwa dia sedang sial atau tidak beruntung. Namun ada orang yang menanggapi dengan tanggapan lain, yaitu dengan berkata bahwa dia kurang teliti, dan berjanji untuk lebih teliti kedepannya serta bersyukur kepada Allah SWT bahwa telah memberinya sebuah latihan dan pengalaman yang tepat saat ini. Mungkin sekarang dia tertipu 10 juta, bayangkan kalau dia tidak pernah tertipu uang kecil, nanti bisa tertipu dalam jumlah yang besar.

Hikmah dari contoh diatas adalah agar kita mempelajari kejadian tersebut sehingga tidak terulang lagi. Dua paragraf diatas adalah pembukaan dari topik yang ingin saya bahas, yaitu POLA. Satu hal penting yang jarang kita sadari adalah jika kita sedang sekolah dan gagal, maka pasti ujian akan diulang kembali. Hal ini menandakan jika dalam hidup kita, sering terdapat sebuah kejadian dengan pola yang sama dan ber ulang-ulang. Maka kita belum berhasil mengambil hikmah dan pelajaran dari sebuah kejadian.

Misalnya orang yang sama tertipu berkali kali dengan pola yang sama menandakan dia belum berhasil menyadari adanya sebuah pola yang sama yang terjadi dalam hidupnya. Hal ini menyebabkan dia terus mengulang LATIHAN yang Tuhan berikan kepadanya hingga dia sadar akan makna dan ilmu dalam latihan tersebut. Kabar baiknya adalah jika kita berhasil “UNLOCK” sebuah pola dalam hidup kita, maka kita akan naik level dan diberikan LATIHAN lainnya.

Mari merenung sejenak dan fikirkan, dalam hidup anda selama ini apa yang sering terjadi berulang-ulang dengan pola yang sama ? Misalnya sering tertipu, sering rugi, sering gagal, sering ditolak perempuan, dan lain sebagainya. Jika ada, saya punya solusinya untuk anda. Ini merupakan sebuah tool yang saya kembangkan sendiri berdasarkan pengalaman hidup saya selama ini.

PERTAMA(SERING), Kita harus merenung dan sadar akan POLA yang berulang, tentukan dan akui hal tersebut. Ciri-cirinya biasanya adalah anda heran dan bingung akan suatu kejadian yang berulang, atau anda benci dan marah akan suatu kejadian yang berulang. Contoh : Sering tertipu, Sering sakit, Sering gagal, sering kehilangan kesempatan dsb.

KEDUA(KARENA), Setelah anda sadar akan hal tersebut, anda harus melihat lebih dalam hal apa yang menurut anda akan terlibat emosi, seperti suatu hal yang tidak bisa ditawar, membuat anda marah, membuat anda kesal, membuat anda gengsi, dan lain sebagainya. Contoh : Sering tertipu karena mudah diberi harapan, Sering Batuk karena merokok, Sering gagal karena pelit, Sering kehilangan kesempatan karena rakus, dsb.

KETIGA(UBAH), Setelah sadar akan hal tersebut, silahkan rubah Vibrasi-nya menjadi berlawanan dari hal terdapat di point kedua. Hal ini harus dengan sebuah keyakinan kuat dan pengakuan dalam diri sendiri. Anda harus berdamai dengan diri anda dan mengakuinya, serta berterima kasih sudah bisa mencapai level ini karena sebentar lagi hidup anda akan berubah karena telah menemukan kunci-nya. Contoh : Mulai saat ini saya tidak akan berlebihan dalam berharap, Mulai saat ini saya akan dermawan, mulai saat ini saya lebih beryukur. Anda harus menggunakan kebalikan dari penyebab anda mengulangi sebuah POLA. Anda harus niatkan serta ikhlas dalam proses UNLOCK ini.

Penting untuk kita berterima kasih kepada Allah SWT karena telah memberikan Latihan agar kita naik kelas serta siapkan diri anda untuk LATIHAN selanjutnya.