Singkat cerita kemarin saya hampir saja menjadi Atheis. Iya Atheis ! Anda tidak usah heran jika saya hampir menjadi atheis. Jika orang lain mendapatkan hidayah, saya justru sebaliknya. Dan tahukah anda dimana saya berada waktu itu ? Mina, Makkah. Ya, waktu itu saya sedang melaksanakan ibadah Haji. Hal yang membuat saya hampir gila waktu itu, kenapa sekarang, kenapa saat ini, kenapa jauh-jauh saya datang ke tempat ini justru untuk menjadi orang yang tidak mempercayai tuhan ? Inikah hidayah ?

Setan memang hebat dan pintar, tapi saya lebih hebat lagi dari setan !. Jika anda bertanya, apa yang membuat saya hampir tidak mempercayai keberadaan tuhan ?. Jawabannya adalah sebuah “pertanyaan”. Ada sebuah pertanyaan yang tidak bisa saya jawab saat itu. Dan saya percaya anda pun tidak bisa menjawabnya, oleh karena itu lebih baik tidak perlu saya tulis disini.

Dua hari saya menderita dan hampir gila. lebih gila lagi ketika saya bertemu dengan orang-orang hebat dari seluruh dunia. Orang-orang mulia yang mustahil saya bisa bertemu mereka, tapi ketika saya bisa bertemu langsung dengan mereka, justru saya meragukan keberadaan tuhan. Salah satu-nya adalah Yusuf ‘Abdullah al-Qaradawi.

Saya mendapatkan kesempatan untuk bisa solat berjamaah disatu ruangan bersama Syeik Yusuf Al-Qaradawi,  Dan tentunya bisa bicara langsung untuk meminta jawaban atas pertanyaan saya. Namun sayangnya setiap kali saya bertemu orang-orang besar disana, selalu saja ada hal yang menghalangi, sehingga lengkap sudah penderitaan saya atas pertanyaan yang tidak saya ketahui jawabannya saat itu.

Anda mungkin bertanya bagaimana mungkin saya bisa bersama orang-orang sekelas Yusuf Al-Qaradawi ?. Singkat cerita 1 minggu sebelum ibadah haji dimulai saya mendapatkan undangan dari Muslim World League untuk melaksanakan ibadah haji. dan ternyata undangan ini untuk orang-orang beruntung dari seluruh dunia dan dijamu disana di satu tempat khusus tamu MWL, mungkin totalnya 160 orang dari seluruh dunia, dan hampir seluruh Top Islamic scholar(Ulama) ada disana setiap waktu.

Ditengah gejolak hati, fikiran, dan kegilaan ini, saya memutuskan menyendiri di kamar setelah letih dua hari mencari jawaban dengan orang-orang mulia ini tapi justru tidak mendapatkan kesempatan, padahal saya berada disatu tempat dengan mereka. Dalam kesendirian ini saya mulai berfikir, kenapa saya harus bertanya kepada orang ? Jika Nabi Ibrahim saja bisa mengetahui siapa Tuhan hanya dengan berfikir saja dan menggunakan otaknya, kenapa saya tidak bisa ?.

Dan ternyata benar, saya mendapatkan jawaban atas pertanyaan saya tanpa bertanya kepada orang, dan cukup menggunakan otak dan berfikir. Siapakah tuhan yang sebenarnya ? Apakah tuhan itu ada ? Dan semua itu terjawab.

Mungkin memang ada hikmahnya saya tidak mendapatkan kesempatan untuk bertanya, karena Tuhan yang sesungguhnya(Allah SWT), ingin saya bisa mengetahuinya sendiri. Inilah hidayah !.

Sekarang Iman saya sangatlah kuat, tidak tergoyahkan lagi oleh pertanyaan-pertanyaan sesat. Akal fikiran kita yang sederhana ini bisa mengantarkan kita kepada hakikat yang sebenarnya jika anda gunakan dengan benar dan ikhlas. Bayangkan jika ditambah dengan kekuatan ilmu, maka Iman pun akan semakin kuat.

Terima kasih Allah, engkau sudah memanggil hambamu ini yang penuh dosa untuk melaksakan ibadah Haji tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.

Terima kasih Allah, engkau sudah mengizinkan hambamu ini yang penuh dosa untuk bisa melaksakan ibadah Haji bersama orang-orang mulia yang selama ini hanya bisa saya lihat di TV dan Internet saja.

Terima kasih Allah, engkau sudah memberiku akal fikiran agar bisa menyadari keberadaanmu. Engkau ada, Engkau Satu, Engkau maha segalanya.

Jika hambamu ini berbuat dosa, maka itu berjuta-juta kali lebih baik dibanding tidak mempercai keberadaanmu ya Allah. Terima kasih ya Allah